Skip to main content

Pendahuluan

Beberapa tahun lalu, orang masih bertanya, “Apakah Swift sudah siap untuk dipakai dalam pengembangan aplikasi?”

Sekarang, semua orang tahu bahwa Swift adalah bahasa pemrograman yang wajib dipelajari untuk mengembangkan aplikasi iOS.

Penulis memiliki passion yang besar terhadap Swift. Kekaguman penulis pada bahasa ini bukan semata karena profesi sebagai instruktur Swift atau keinginan untuk mempromosikan buku. Dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di berbagai bahasa pemrograman, penulis bisa dengan yakin mengatakan bahwa Swift saat ini adalah bahasa favorit penulis. Struktur yang dirancang dengan baik, sintaks yang sederhana, dan kerapihannya menjadi daya tarik utama. Swift mudah dipelajari dan sangat produktif untuk pengembangan aplikasi iOS, menjadikannya pilihan yang jauh lebih unggul dibanding Objective-C yang lebih tradisional.

Diperkenalkan oleh Apple pada Juni 2014, Swift telah mengalami banyak pembaruan besar. Hingga hari ini, Apple sudah merilis Swift versi 6.0 bersamaan dengan Xcode 16, membawa banyak fitur baru. Dengan lebih dari 10 tahun pengembangan sejak pertama kali dirilis, Swift bukan lagi bahasa baru. Ia telah matang menjadi bahasa pemrograman yang kuat dan stabil untuk membangun aplikasi di iOS, macOS, watchOS, dan tvOS. Perusahaan besar seperti Lyft, LinkedIn, dan Mozilla juga telah mengadopsi Swift. Jika kamu ingin membuat aplikasi iOS atau berkarier sebagai iOS developer, Swift adalah bahasa yang tepat untuk dipelajari.

Buku ini membahas semua yang kamu butuhkan untuk mengembangkan aplikasi iOS. Namun perlu diingat, Swift hanyalah sebuah bahasa pemrograman. Untuk membangun aplikasi iOS, kamu perlu pengetahuan lebih dari sekadar Swift. Buku ini tidak hanya memperkenalkan Swift, tetapi juga membimbing kamu mendesain antarmuka pengguna dengan SwiftUI serta memahami API penting di iOS SDK. Yang terpenting, kamu akan belajar Swift dengan cara praktik langsung: membangun aplikasi nyata dari nol.

Bagi kamu yang benar-benar memulai dari nol tanpa pengalaman programming, mungkin kamu bertanya-tanya apakah hal ini memungkinkan.

Sebagai seseorang yang telah menggunakan Swift sejak awal kemunculannya, penulis bisa mengatakan dengan yakin bahwa Swift sangat ramah untuk pemula dan jauh lebih mudah dipahami dibanding Objective-C. Tidak semua orang bisa menjadi developer hebat, tetapi penulis percaya siapa pun bisa belajar programming dan membangun aplikasi dengan Swift. Yang dibutuhkan hanyalah dedikasi, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar.

Penulis meluncurkan AppCoda sekitar 12 tahun lalu dan mulai menulis tutorial iOS setiap minggu. Sejak itu, penulis telah menerbitkan beberapa buku pengembangan aplikasi iOS. Awalnya, penulis mengira pembacanya hanya orang-orang dengan latar belakang teknis. Ternyata, orang dari berbagai profesi memiliki semangat besar untuk membuat aplikasi mereka sendiri. Ada pembaca dari Prancis yang berprofesi sebagai dokter bedah, memulai dari nol hingga meluncurkan aplikasi pertamanya. Ada juga pilot yang kini membangun aplikasi iPhone untuk dirinya dan pilot lain. Boozy adalah aplikasi pencari diskon yang dibuat oleh mahasiswa drop out dari sekolah hukum. Ia tidak bisa menemukan tempat minum yang cocok, jadi ia membuat aplikasinya sendiri, meskipun awalnya tidak bisa coding sama sekali.

Penulis sering menerima email dari orang-orang yang berkata, “Saya punya ide, tapi tidak tahu harus mulai dari mana. Saya tidak punya skill programming. Apakah bisa belajar dari nol?”

Dari kisah-kisah inspiratif ini, penulis belajar bahwa kamu tidak harus memiliki gelar Ilmu Komputer atau Teknik untuk membuat aplikasi. Mereka semua punya satu kesamaan: komitmen kuat untuk belajar dan beraksi. Dan itulah yang kamu butuhkan.

Jadi, kamu punya ide? Penulis sungguh percaya kamu bisa mewujudkannya. Tidak ada yang bisa menghalangimu jika kamu punya passion dan dedikasi. Penulis ingin menutup dengan kutipan favorit dari Last Lecture:

Tembok penghalang ada karena suatu alasan: untuk membuktikan seberapa besar kita menginginkan sesuatu.

Randy Pausch

Terakhir, terima kasih sudah memilih buku ini. Penulis berharap kamu menikmati membacanya dan buku ini membantu kamu meluncurkan aplikasi iOS pertamamu di App Store. Jika kamu ingin berbagi cerita perjalanan pengembangan aplikasimu, silakan kirim email ke simonng@appcoda.com. Penulis akan sangat senang mendengarnya.

Simon Ng
Founder AppCoda

Apa yang Akan Kamu Pelajari di Buku Ini

Buku ini dirancang khusus untuk kamu yang punya ide aplikasi tetapi belum tahu harus mulai dari mana. Buku ini membahas Swift secara menyeluruh dan membimbing kamu membangun aplikasi dari nol. Kamu akan memulai dari dasar Swift dan SwiftUI, lalu melangkah ke tahap prototyping dan pengembangan aplikasi secara bertahap.

Setiap bab berfokus pada penggunaan API iOS untuk mengimplementasikan fitur tertentu. Di akhir buku, kamu akan memiliki aplikasi yang benar-benar berfungsi. Kamu akan mempelajari tampilan data dalam list, desain UI dengan Stack Views, animasi, maps, adaptive UI, penyimpanan database lokal, upload data ke iCloud, beta testing dengan TestFlight, dan banyak lagi.

Buku ini dipenuhi latihan dan praktik langsung. Kamu akan menulis kode, melakukan debugging, dan testing. Prosesnya memang membutuhkan usaha, tetapi sangat sepadan. Di akhir, kamu akan menguasai Swift 6.0, Xcode 16, dan iOS 18, serta mampu merilis aplikasi ke App Store.

Target Pembaca

Buku ini ditujukan untuk pemula tanpa pengalaman programming. Cocok juga untuk programmer yang ingin mempelajari bahasa baru, desainer yang ingin mengubah desain menjadi aplikasi iOS, atau entrepreneur yang ingin belajar coding.

Dengan asumsi kamu sudah familiar menggunakan macOS dan iOS sebagai pengguna, buku ini akan membekali kamu untuk memulai perjalanan sebagai Swift developer.

SwiftUI vs UIKit

Kehadiran SwiftUI membawa dampak besar bagi dunia pengembangan iOS. Namun, hal ini sering membuat pemula bingung: framework mana yang sebaiknya dipelajari terlebih dahulu?

Jawabannya tergantung tujuan kamu. Jika kamu ingin berkarier sebagai iOS developer profesional, sebaiknya kamu mempelajari keduanya. Sebagian besar aplikasi di App Store masih menggunakan UIKit, sehingga besar kemungkinan kamu akan bekerja dengan UIKit di dunia profesional. Pendekatan yang baik adalah memulai dari UIKit lalu beralih ke SwiftUI.

Namun, jika kamu belajar sebagai hobi atau side project, penulis merekomendasikan langsung menggunakan SwiftUI.

Buku ini tersedia dalam dua edisi: UIKit dan SwiftUI. Keduanya membangun aplikasi yang sama dengan framework berbeda. Jika kamu ingin memulai dengan SwiftUI, lanjutkan ke Chapter 1. Jika tidak, pilih edisi UIKit.