Pengantar Edisi Ketiga
Respon terhadap edisi pertama dan kedua dari buku Python Crash Course sangat positif. Lebih dari satu juta kopi terjual termasuk terjemahan di lebih dari 10 bahasa. Penulis menerima banyak surat dan email dari pembaca dari yang sangat muda baru berusia 10 tahun, sampai seorang pensiunan yang ingin belajar menulis program di waktu luangnya. Python Crash Course dipakai di SMP dan SMA, juga di kelas-kelas perguruan tinggi. Mahasiswa yang belajar menggunakan buku Python untuk tingkat lanjutan menggunakan Python Crash Course sebagai buku pendamping kelas perkuliahan mereka dan merasakan manfaat dari buku ini. Banyak orang menggunakannya untuk meningkatkan keterampilan di tempat kerja, berpindah karir, dan mulai mengerjakan proyek sampingan mereka sendiri. Singkatnya, orang-orang menggunakan buku ini untuk berbagai tujuan seperti yang saya harapkan sejak awal—bahkan lebih dari itu.
Kesempatan untuk menulis edisi ketiga Python Crash Course merupakan pengalaman yang sangat menyenangkan. Meskipun Python adalah bahasa yang sudah matang, bahasa ini terus berkembang, sebagaimana bahasa pemrograman lainnya. Tujuan utama penulis dalam merevisi buku ini adalah untuk menjaganya tetap sebagai pengantar Python yang terkurasi dengan baik. Dengan membaca buku ini, kamu akan mempelajari semua hal yang dibutuhkan untuk mulai mengerjakan proyekmu sendiri, sekaligus membangun fondasi yang kuat untuk pembelajaranmu di masa depan.
Penulis telah memperbarui beberapa bagian agar mencerminkan teknik yang lebih modern sekaligus lebih sederhana dalam menggunakan Python. penulis juga memperjelas beberapa bagian di mana detail tertentu dari bahasa ini sebelumnya belum disajikan seakurat yang seharusnya. Seluruh proyek dalam buku ini telah diperbarui sepenuhnya dengan menggunakan library populer dan terawat dengan baik, yang dapat kamu gunakan dengan percaya diri untuk membangun proyekmu sendiri.
Berikut adalah ringkasan perubahan spesifik yang telah dilakukan pada edisi ketiga:
- Bab 1 kini menggunakan text editor VS Code, yang populer di kalangan programmer pemula maupun profesional dan dapat berjalan dengan baik di semua sistem operasi.
- Bab 2 mencakup method baru
removeprefix()danremovesuffix(), yang sangat membantu saat bekerja dengan file dan URL. Bab ini juga menampilkan error message Python yang telah ditingkatkan, sehingga dapat memberikan informasi jauh lebih spesifik untuk membantu kamu melakukan troubleshooting ketika terjadi kesalahan pada kode. - Bab 10 menggunakan module
pathlibuntuk bekerja dengan file. Pendekatan ini jauh lebih sederhana untuk membaca dari dan menulis ke file. - Bab 11 menggunakan
pytestuntuk menulis automated test bagi kode yang kamu buat. Librarypytesttelah menjadi standar industri untuk penulisan test di Python. Library ini cukup ramah untuk digunakan pada bagi pemula yang meniti karier sebagai Python programmer, tapi juga cukup andal untuk kamu pakai dalam lingkungan profesional. - Proyek Alien Invasion pada Bab 12–14 kini menyertakan pengaturan untuk mengontrol frame rate, sehingga game dapat berjalan lebih konsisten di berbagai sistem operasi. Pendekatan yang lebih sederhana digunakan untuk membangun armada alien, dan keseluruhan organisasi proyek juga telah dirapikan.
- Proyek data visualization pada Bab 15–17 menggunakan fitur terbaru dari Matplotlib dan Plotly. Visualisasi Matplotlib menampilkan pengaturan style yang telah diperbarui. Proyek random walk mendapatkan sedikit peningkatan yang membuat plot menjadi lebih akurat, sehingga kamu akan melihat variasi pola yang lebih beragam setiap kali menghasilkan walk baru. Semua proyek yang menggunakan Plotly kini memakai module Plotly Express, yang memungkinkan kamu membuat visualisasi awal hanya dengan beberapa baris kode. Kamu dapat dengan mudah mengeksplorasi berbagai jenis visualisasi sebelum memilih satu jenis plot, lalu fokus menyempurnakan elemen-elemen detail dari plot tersebut.
- Proyek Learning Log pada Bab 18–20 dibangun menggunakan versi terbaru Django dan diberi style menggunakan versi terbaru Bootstrap. Beberapa bagian proyek telah diganti namanya agar lebih mudah mengikuti keseluruhan organisasi proyek. Proyek ini kini dideploy ke Platform.sh, sebuah layanan hosting modern untuk proyek Django. Proses deployment dikontrol melalui file konfigurasi YAML, yang memberikan kontrol besar terhadap cara proyek dideploy. Pendekatan ini konsisten dengan cara programmer profesional melakukan deployment proyek Django modern.
- Lampiran A telah diperbarui sepenuhnya untuk merekomendasikan best practice terkini dalam memasang Python di semua sistem operasi utama. Lampiran B berisi panduan detail untuk menyiapkan VS Code, serta deskripsi singkat dari sebagian besar text editor dan IDE utama yang saat ini digunakan. Lampiran C mengarahkan pembaca ke sejumlah resource online paling populer untuk mendapatkan bantuan. Lampiran D tetap menyediakan mini crash course penggunaan Git untuk version control. Lampiran E merupakan tambahan baru pada edisi ketiga ini. Bahkan dengan panduan deployment yang baik, masih banyak hal yang bisa gagal. Lampiran ini menyediakan panduan troubleshooting yang detail untuk digunakan ketika proses deployment tidak berjalan mulus pada percobaan pertama.
- Index telah diperbarui secara menyeluruh agar Python Crash Course dapat kamu gunakan sebagai referensi untuk semua proyek Python kamu di masa depan.
Terima kasih telah membaca Python Crash Course!